Pembajakan Pesawat Lufthansa 1977

Pembajakan Pesawat Lufthansa 1977

Kalian ingat Pesawat Lufthansa yang sebelumnya sudah pernah kami bahas? Nah kali ini kita akan membahas bagaimana sejarah yang pernah terjadi pada Pesawat Jet Boeing 737 milik maskapai Lufthansa asal Germany ini.

Pada tahun 1977 tepatnya di hari Jumat, 12 Oktober; tragedi pembajakan yang dialami oleh 92 orang terjadi pada saat penerbangan dari Mallorca – Spanyol ke Frankfurt. Kejadian ini berawal dari dua orang pembajak yang mengeluarkan senjata api kepada pilot dan memerintahkan agar pesawat mendarat di Roma dan di Siprus. Alasan dari kedua pembajak ini adalah untuk menuntut pembebasan 11 orang yang di penjara di Jerman Barat dan Turki. Kondisi saat itu, pihak pesawat Lufthansa sedang mengangkut penumpang yang kebanyakan baru kembali berlibur dari Mallorca dan 11 diantaranya merupakan ratu kecantikan Jerman.

Pembajakan Pesawat Lufthansa

Saat keluar dari Siprus, pesawat Lufthansa terbang ke arah timur, namun ditolak untuk mendarat di Beirut, Damaskus, dan Kuwait dan akhirnya mendarat di Bahrain. Sekitar 1 setengah jam kemudian pesawat tersebut terbang lagi dan mendarat di Dubai. Saat itu Menteri Pertahanan Persatuan Emirate Arab, Sheikh Mohammed bin Rashid al Maktoum melakukan perundingan dengan para pembajak melalui radio. Sheikh Mohammed meminta pembajak untuk melepaskan sandra wanita dan anak – anak.

Sayangnya permintaan tersebut tidak di kabulkan. Pembajak yang menuntut juga meminta tebusan sebesar 15 juta dollar AS. Apabila tuntutan mereka tidak diberikan, mereka mengancam akan meledakkan pesawat beserta awak dan penumpangnya. Tidak lama kemudian para pembajak meminta persediaan air karena para penumpang haus dan meminta minuman. Lalu pemerintah setempat mengirimkan kendaraan pengangkut minuman untuk mengabulkan permintaan tersebut.

Pembajakan Pesawat Lufthansa 1977

Namun kendaraan justru diberhentikan pada jarak 50 meter dari pesawat. Pembajak memberikan batas waktu hingga Minggu untuk melakukan pembebasan atas 9  orang tahanan yang berada di Jerman Barat, serta 2 orang rekan yang dipenjara di Turki. Kemudian pesawat tersebut meninggalkan Dubai tepat satu jam sebelum batas waktu yang ditetapkan,

Pesawat tersebut terbang menuju Oman, namun ditolak yang akhirnya menuju ke Aden di Yaman, tetapi ditolak juga oleh pemerintah setempat. Sayangnya pilot Juergen Schumann beserta 7 orang anak kecil dieksekusi di tempat oleh para pembajak. Pembunuhan tersebut memberikan rasa takut yang luar biasa kepada para penumpang yang telah di sandra selama 4 hari. Pendaratan selanjutnya adalah Mogadushu, Somalia. Disana pembajak memberikan waktu untuk tebusan serta pembebasan rekan yang telah ditahan. Paspor para penumpang ditahan dan dibuang oleh pembajak dengan tujuan agar pada saat peledakan para penumpang tidak dapat diidentifikasikan.

Beruntungnya pada saat pembajak sedang lengah, Pemerintah Jerman Barat, Inggris, Amerika Serikat melancarkan operasi penyelamatan. Aksi penyelamatan berlangsung selama 7 menit dan para penumpang yang tersisa akhirnya bisa terselamatkan.

Begitulah sekiranya sejarah menggemparkan dunia yang pernah tercatat tentang Pesawat Lufthansa.

Tinggalkan Balasan